Yummy, Ini Jajanan Tradisional Khas 7 Kota Jawa Timur

putri   03 Agustus 2019 Ragam

Sale pisang anggur, foto: makanandaerahindonesia.blogspot

Siapa sih yang enggak suka ngemil? Apa camilan favoritmu? Keripik kentang, popcorn, sosis mozarela? Ah, sudah mainstream. Gimana kalau kamu sesekali mencoba ngemil jajanan tradisional Indonesia? Enggak kalah enak, lho. Provinsi Jawa Timur terdiri dari beberapa kota di dalamnya, dimana tiap kotanya memiliki jajan tradisional yang khas. Penasaran?


.

1. Jubung, gresik

Sekilas, penampakannya seperti kue berwarna hitam yang diatasnya terdapat wijen. Padahal, jajanan bernama jubung ini terbuat dari tepung ketan berwarna hitam yang ditaburi biji wijen di atasnya. Kemudian jajanan ini dibungkus dengan pelepah pohon pinang. Bungkusnya dibuat mengelilingi kue sedangkan bagian atasnya dibiarkan terbuka. 


2. Dumbleg, Nganjuk

Bentuknya panjang seperti lontong. Jajanan yang terbuat dari tepung beras, gula jawa dan santan ini memiliki cita rasa yang manis legit. Biasa dibungkus dengan pelepah jambe. Ketika dibuka, akan terlihat jajanannya yang berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang agak sedikit lengket. Sayangnya, jajanan ini sangat sulit ditemui, bahkan di pusat kotanya sendiri. Hal ini lantaran jajanan ini tidak dipromosikan dan akhirnya kalah populer dengan jajanan lainnya.


3. Balung kuwuk, Bojonegoro


Balung itu artinya dalam bahasa jawa adalah tulang. Jadi, apakah jajanan tradisional ini terbuat dari tulang? Enggak, dong. Meskipun namanya balung, akan tetapi bukan terbuat dari tulang. Jajanan ini berbahan dasar singkong. Teksturnya pun sangat empuk dan renyah. Biasanya diberikan bumbu pedas manis. Ini jadi jajanan favorit anak muda, yang dicemilin sambil nonton tv, mengerjakan tugas atau ngobrol bersama sahabat. 


.

4. Wajik Kletik, Blitar

Jajanan ini terbuat dari beras ketan yang kemudian dibungkus kecil-kecil dengan kulit jagung. Kulit jagung atau yang biasa disebut klobot tersebut disetrika supaya bebas dari bakteri. Ini membuat wajik nya lebih tahan lama. Rasanya manis dan biasanya ditambahkan beberapa rasa seperti rasa pandan atau rasa buah-buah. Wajik kletik biasa menjadi jajanan andalan yang disuguhkan kepada tamu.


.

5. Sale anggur, Pacitan

Mungkin anak-anak kecil akan mengira jika jajanan tradisional ini adalah permen. Bentuknya bulat-bulat berwarna-warni dan dirangkai seperti buah anggur. Akan tetapi, ini juga bukan buah anggur. Jajanan bernama sale anggur ini terbuat dari buah pisang yang dipotong, lalu dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga kering. Setelah kering, kemudian pisang tersebut dipadatkan dan dibentuk bulat. Semakin lama disimpan, katanya rasanya akan semakin manis. Jajanan ini bisa dijadikan sebagai oleh-oleh ketika berkunjung ke pacitan. 


.

6. Ampo, Tuban

Jajanan ini berwarna hitam, mengingatkan pada jajanan kekinian yang menggunakan kata “charchoal” yang berarti arang. Sayangnya, bahan makanan untuk jajanan ini justru lebih sangar dibandingkan arang. Jajanan ini terbuat dari tanah liat murni, lho. Eits, tapi jajanan ini aman untuk dikonsumsi. Cara membuatnya adalah dengan memadatkan adonan tanah liat yang telah dicampur air, kemudian dipotong dan dibentuk seperti wafel, lalu dipanggang. Cobain sendiri aja, deh!


.

7. Gethuk Golan, Ponorogo

Golan itu sebenarnya adalah nama salah satu desa yang ada di kabupaten ponorogo. Jaraknya sekitar 5km dari pusat kabupaten ponorogo. Desa Golan terkenal dengan desa pembuat jajanan gethuk, karena dilakukan secara turun temurun oleh para penduduknya. Gethuknya berbeda dengan gethuk pada umumnya. Gethuk ini tidak ditumbuk dengan gula merah. Gethuk Golan ini disajikan dengan ketan dan diberikan taburan parutan kelapa dan dituang dengan cairan gula kelapa yang rasanya manis. Daun pisang menjadi alas serta pembungkus jajanan tradisional ini. Terasa tradisional sekali, ya?

Apakah kamu pernah mencoba jajanan tradisional di atas? Cobain dulu, deh. Rasanya enggak kalah enak dari jajanan modern, lho! 


Artikel Terkait