Warga Lamongan Dilarang Makan Lele

Administrator   19 Juni 2019 Food Story

.

Pecel lele atau ada juga yang menyebut pecak lele adalah  kuliner tradisional yang sangat mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Sesuai namanya kuliner ini  terdiri dari ikan lele yang digoreng garing, lalu disajikan dengan sambal pedas dan lalapan sebagai pelengkap.

Beberapa sumber mitos menyebutkan,  pecel lele berasal dari Jawa Tengah. Namun, ada juga versi yang menyebutkan jika  hidangan gurih tersebut berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Sepenggal cerita mitos yang beredar di tengah masyarakat Lamongan. Di balik kelezatan pecel lele, konon penduduk asli Lamongan tidak mau dan tidak boleh mengonsumsi ikan air tawar tersebut.


.

Pusaka Hilang

 

Dari berbagai sumber tutur kisah ini bermula ketika Sunan Giri menyebarkan agama Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Setelah sampai di daerah Lamongan, Sunan Giri memutuskan untuk singgah ke rumah Mbok Rondo di Dusun Barang, Lamongan. Ia pun melepas sejumlah senjata pusakanya agar tidak menarik perhatian.

 

Namun, saat Sunan Giri hendak berpamitan, beliau mendapati bahwa salah satu pusakanya telah raib. Ia pun memanggil Ronggo Hadi salah satu pengikutnya yang juga dikenal sebagai penguasa Lamongan, untuk membantu mencari pusaka tersebut.

Ronggo Hadi pun memerintahkan seorang pemuda sakti bernama Bayapati untuk melaksanakan tugas tersebut. Tidak perlu waktu lama, dalam singkat   Bayapati berhasil menemukan benda pusaka milik salah satu anggota Wali Songo itu.


.

Ribuan Lele

Saat hendak dibawa pulang, Joko Luwuk, salah satu murid Sunan Giri rupanya tergoda ingin merebut pusaka milik gurunya tersebut. Ia pun berencana merebut pusaka itu dari tangan Bayapati. Mengetahui dirinya sedang dalam bahaya, Bayapati memutuskan untuk menceburkan diri ke dalam sungai yang dipenuhi ikan lele. Tindakan ini dilakukannya untuk menyelamatkan diri dari kepungan pasukan Joko Luwuk.

Strategi Bayapti   berhasil, pasukan Joko Luwuk terkelabui. Mereka mengira Bayapati telah tewas dimangsa ratusan ikan lele yang memenuhi sungai tersebut. Tapi nyatanya, ikan lele itu justru melindungi Bayapati dan tidak menyerangnya sama sekali.

Putus asa keingingannya tidak terpenuhi, Joko Luwuk pun bersumpah seluruh anak keturunannya tidak akan memakan ikan lele sampai kapan pun. Sumpah itu ia ucapkan secara lantang sesaat sebelum meninggalkan sungai. Sejak saat itu hingga kini, mitos tersebut masih dipercaya oleh warga Lamongan. Mereka tidak mau  menikmati kelezatan ikan lele. wisnu


Artikel Terkait