Kamus Dunia Kopi, Level Roasting (Part 2)

andrew   06 Agustus 2019 Minuman

.

Perjalanan biji kopi tak berhenti saat dipanen. Biji tersebut masih harus melewati proses panjang sebelum layak konsumsi. Proses selanjutnya green bean di sangrai atau di roasting. Mengapa roasting ini sangat penting? karena proses ini sangat menentukan citarasa kopi yang akan dinikmati.

sehingga dapat dikatakan bahwa tahapan ini merupakan proses yang sangat krusial dibanding semua tahapan pengolahan kopi. Citarasa kopi mampu divariasikan sesuai selera, tergantung pada bagaimana proses roasting ini dilakukan.

Pada dasarnya roasting adalah sebuah pemasakan biji kopi mengeluarkan kadar airnya pengeringan dan mengembangkan bijinya, mengurangi beratnya memberikan aroma pada kopi tersebut. Saat roasting, biji kopi mengeluarkan  reaksi kimia yang menyertai sehingga karakter biji kopi pun berubah. Lebih lama biji kopi itu dimasak, semakin banyak pula bahan kimia yang berubah karakteristiknya. 


.

Saat roasting, biji kopi mengalami perubahan warna. Apabila biji kopi berwarna lebih gelap berarti di-roasting lebih lama. Biji kopi sesungguhnya akan menghasilkan kopi yang berbeda apabila di-roasting dalam suhu yang berbeda meskipun hasil akhirnya berwarna sama, itulah mengapa teknik me-roasting kopi merupakan suatu seni dan setiap kopi yang disajikan adalah sebuah karya seni.

Reaksi kimia kopi  saat di roasting menciptakan berbagai komponen yang berpengaruh pada cita rasa kopi. Reaksi inilah yang menghasilkan minyak kopi atau coffeeol  namun juga bersifat larut dalam air. Namun dengan mengatur prosedur roasting, seseorang dapat mengatur sedikit atau banyaknya minyak kopi yang akan dihasilkan untuk setiap kali proses roasting


Roast Level

Roast atau biasanya tertulis roast level merupakan indikator dari warna biji kopi yang telah disangrai. Ada 3 tingkatan pada roast yaitu light roast, medium roast, dan dark roast. Roast level ini sangatlah penting karena dapat mempengaruhi citarasa macam – macam kopi.


.

Light Roast

Pada level roast ini, biji kopi memiliki warna coklat muda terang, light body, dan tidak ada minyak pada permukaan biji kopinya. Light roasted beans seperti ini biasanya cenderung memiliki rasa seperti gandum panggang renyah dan tingkat keasaman yang lebih tinggi dibandingkan level sangrai lainnya. Selain karakter rasa kopinya yang lebih kaya dan kompleks, kafein yang terdapat pada kopi juga lebih banyak. 


.

Medium Roast

Pada level roast medium, biji kopi memilik warna yang lebih coklat dibandingkan light roast. Serupa dengan level roast light roast, tidak ada minyak pada permukaan biji kopinya. Namun, medium roast memiliki karakter rasa kopi yang lebih balance dari sisi aroma, kompleksitas rasa dan tingkat keasaman. Kadar kafein pada kopi yang disangrai medium roast ini agak sedikit lebih rendah dibandingkan light roast. Pada umumnya, inilah level roasting yang paling sering kita jumpai saat membeli biji kopi ritel di kedai kopi. 


.

Dark Roast

Pada level roast dark, biji kopi memiliki warna coklat gelap bahkan hampir berwarna hitam. Kopi dengan level dark roast memiliki permukaan yang sangat berminyak, sehingga saat kita seduh kopinya, minyak ini akan kelihatan kentara di permukaannya. Kopi yang disangrai pada level ini umumnya memiliki karakter rasa pahit, berasap atau terbakar dan body yang lebih terasa tebal. Kadar kafein pada kopi ini jauh lebih rendah dibandingkan light roast dan medium roast. Paskalis Andrew/berbagai sumber (bersambung)


Artikel Terkait