Fakta Dibalik Alergi pada Ikan Tongkol

andrew   03 Agustus 2019 Healthy Food

.


Bagi kita orang Indonesia, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya ikan tongkol. Ikan dengan daging berwarna putih kehitaman yang seringkali disebut ikan tuna kecil. Ikan tongkol banyak dijumpai di perairan Indonesia. Ikan tongkol merupakan salah satu ikan favorit karena dapat dibuat pindang untuk digoreng ataupun dipepes, semuanya enak..hmmm..


Ikan tongkol kaya akan protein dan asam lemak yang baik untuk tubuh. Selain itu juga mengandung vitamin, mineral dan senyawa organik yang semuanya berperan penting bagi kesehatan.


Kandungan protein, vitamin dan mineral pada ikan tongkol dapat membantu menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit jantung dan stroke. Namun bagi sebagian orang tidak dapat  mengkonsumsi ikan tongkol karena takut alergi. Alergi ikan tongkol dapat terjadi pada siapa saja terutama bagi yang memiliki bakat alergi. Kali ini makanabis hendak mengulas mengapa ikan tongkol dapat menyebabkan alergi. Mari kita simak bersama-sama.



.

Berprotein Tinggi

Alergi ikan tongkol disebabkan karena adanya kandungan protein pada ikan. Kandungan protein pada ikan tongkol tercatat sekitar 30 gram per onsnya, lebih tinggi dari kandungan protein pada udang galah yang hanya sekitar 25 gram pada porsi yang sama. Jika seseorang memang alergi protein, makan makanan yang mengandung protein nabati dan hewani bisa menyebabkan alergi.

Ikan laut yang disimpan lama hingga diawetkan membuat protein pada ikan menjadi terurai. Proteinnya banyak mengandung asam amino histidin yang merupakan bahan pembentuk histamin. Histamin inilah yang merupakan zat yang dikeluarkan pada reaksi alergi.

Bagi yang memiliki bakat alergi ikan, meskipun mengkonsumsi ikan yang masih segar tetap bisa terkena alergi karena reaksi alergi timbul akibat adanya protein pada ikan. Sedangkan bagi yang tidak memiliki bakat alergi ikan, juga bisa terkena alergi jika mengkonsumsi ikan yang disimpan lama atau diawetkan.



.

Artikel Terkait