Buah Matoa, Buah Dengan Harga Mahal Dari Papua

putri   05 Agustus 2019 Selera Nusantara

foto: bibittabulampot


Mungkin kamu familiar dengan buah apel, buah semangka, buah durian, buah alpukat dan buah-buahan yang mudah ditemui lainnya. Bagaimana dengan buah matoa? Apakah kamu pernah mendengarnya? 


Hanya tumbuh di Papua,foto: bumil-balita

Buah Matoa?  

Buah matoa adalah buah khas Papua. Mengapa khas? Karena kamu mungkin hanya bisa menemukan buah ini dengan mudah di Indonesia bagian timur. Pohon buah matoa tumbuh di Indonesia bagian timur, khususnya adalah Papua. Pohon buah matoa mampu menjulang tinggi hingga 18 meter. Kamu bisa sih mendapatkan buah ini jika kamu bertempat tinggal di daerah selain Papua, akan tetapi kamu mungkin harus mencari di supermarket tertentu. Di papua, buah matoa ini juga memiliki julukan sebagai lengkeng papua. Buah matoa punya banyak sebutan, sesuai dengan daerahnya. Di Sumatera utara, buah ini dinamai Pakam, sedangkan di Jawa barat dinamakan dengan Leungsir.


Aromanya mirip durian, foto: gapoktansekarsari

Bentuk, tekstur dan rasa buah matoa


Jika dilihat-lihat, bentuknya mirip dengan buah kelengkeng, ya? Bentuknya bulatan kecil berwarna kehijauan. Cara membukanya juga dengan mengupas kulitnya. Buah matoa memiliki aroma yang mirip seperti aroma durian. Ketika dicicipi, rasanya manis seperti rasa durian. Pohon buah khas Papua ini disebut Pometia pinnata. Tinggi pohon ini mencapai 20-40 meter, sedangkan diameternya sekitar 100 cm. Pohon matoa juga memiliki pangkal batang pohon yang kuat dan cukup kebal terhadap berbagai jenis serangga.

Pohon matoa ini biasanya berbunga setahun sekali pada bulan Juli hingga Oktober. Buah matoa akan matang setelah pohonnya berbunga. Butuh waktu kira-kira empat bulan lamanya. Pohon matoa tidak bisa tumbuh di sembarang tempat, yaitu hanya bisa ditempat yang kondisi tanahnya kering, dan lapisan tanahnya tebal. Sedangkan untuk iklimnya, pohon matoa membutuhkan yang curah hujannya tinggi.


Beda jenis beda tekstur, foto:ceritasehat

Dua Jenis

Dua jenis tersebut adalah buah matoa kelapa dan buah matoa papeda. Apa bedanya? Perbedaannya terlihat dari warnanya. Warna buah matoa papeda punya warna yang lebih gelap dibandingkan buah matoa kelapa. Warna buah matoa papeda punya warna hijau tua atau mungkin kemerahan.

Perbedaan lainnya juga bisa dilihat dari tekstur buahnya. Apakah buah matoa kelapa punya tekstur yang keras dan padat seperti kelapa? Justru teksturnya kenyal, seperti buah rambutan. Tekstur buah matoa papeda lebih lembek dan juga lengket.


Meningkatkan kesuburan, foto:warungwisata

Banyak Khasiatnya!

Ternyata buah matoa ini punya manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan. Buah matoa mampu meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan vitamin E nya mampu meningkatkan kesuburan dan meminimalisasi risiko penyakit jantung. Apakah buah matoa ini juga bermanfaat untuk kecantikan? Tentu saja, dong.

Buah matoa ternyata juga ampuh untuk mencegah munculnya jerawat. Jika dikonsumsi secara rutin, jerawat di wajah hilang dan berangsur-angsur mulus! Akan tetapi, sebaiknya kamu enggak mengonsumsi buah matoa ini secara berlebihan. Pasalnya buah matoa memilik kandungan glukosa yang cukup tinggi. Kalau kebanyakan, bisa bikin kalian merasa pusing dan mabuk. Mabuk buah matoa, deh!


.

Harganya Mahal


Psst, buah matoa ini ternyata termasuk buah yang punya harga mahal diantara buah lainnya di Indonesia, lho. Sekilonya bisa dihargai sekitar Rp 40.000. Kalau kamu mengintip di online shop, beebrapa dari mereka menjual dengan harga kurang lebih Rp 160.000 per kilo, lho. Mahal juga, ya? Meski begitu, banyak orang yang menganggap lumrah hal ini, lantaran rasanya yang manis dan legit. Begitupula dengan budidayanya yang hanya bisa kita jumpai dengan mudah di Papua. Jadi bisa dibilang jika buah ini termasuk buah yang langka.

Gimana? Kamu penasaran enggak buat mencobanya? Mungkin kamu perlu terbang dulu ke papua untuk bisa mencicipinya!


Artikel Terkait