7 Mitos Seputar Makanan, Benar Enggak Ya,?

admin   15 Juli 2019 Healthy Food

.

 Pernahkah kamu mendengar beberapa pernyataan mengenai makanan, yang membuatmu berpikir keras mengenai kebenarannya? Seringkali tidak masuk akal, tapi ada juga yang seringkali terasa benar meskipun sebenarnya salah. Berikut ini adalah beberapa mitos yang masih beredar di masyarakat. Apakah mitos tersebut benar dan dapat dipercaya?


.

1. Makan Buah Sebelum Makan, Membuat  Perut Bermasalah

Faktanya, justru dianjurkan untuk mengonsumsi buah sebelum kita mengonsumsi makanan berat seperti nasi. Perut yang sebelumnya kosong, tidak akan langsung kaget dan bekerja keras mengonsumsi nasi. Kandungan serat dan vitamin dalam buah, akan terserap dengan lebih baik lagi. Buah-buahan juga merupakan makanan yang mudah dikonsumsi oleh tubuh, kan?


.

2. Konsumsi Karbohindrat Bikin Gemuk

Bukan menghindari karbohidrat. Akan tetapi, kamu perlu memilih jenis karbohidrat yang baik jika dikonsumsi. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat seperti oat, kacang-kacangan atau ubi, enggak bikin gemuk, kok. Kekurangan konsumsi karbohidrat malah bisa bikin badan lesu dan lemas, lho.


.

3. Makan Mentimun Bikin Keputihan

Cewek-cewek, janganlah kalian takut mengonsumsi mentimun. Makan mentimun enggak menyebabkan keputihan, kok. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa tidak ada kaitannya antara makan mentimun dan juga keputihan. Justru mentimun memiliki banyak kandungan vitamin yang sangat baik untuk tubuh.


.

4. Permen Karet Tak Tercerna

Permen karet yang tertelan akan mengalami proses yang sama dengan makanan lainnya ketika tertelan. Meski waktu pemrosesannya lebih lama, namun tidak sampai tahunan  kok. Mungkin memerlukan hingga 2 hari untuk menghancurkannya. Akan tetapi usahakan jangan sampai tertelan, ya. Kasihanilah pencernaanmu yang bersusah payah mencernanya.


.

5. Makan  Salak Bikin Makin Sembelit

Ada beberapa buah yang dianjurkan untuk kita konsumsi ketika sembelit. Akan tetapi, ada pula jenis buah yang sebaiknya dihindari ketika kita sembelit. Salah satu contohnya adalah buah salak. Sebenarnya mengonsumsi buah salak ketika sembelit, sama baiknya dengan ketika kita mengonsumsi buah lainnya. Hanya saja, cara kita dalam mengonsumsi buah salak kurang tepat.

Serat pada buah salak terletak pada kulit ari yang tipis pembungkus daging buah. Bukan kulit buah yang bersisik, lho. Jika kulit ini kamu kupas, tentu saja buah akan berkurang kandungan seratnya. Coba deh kamu salak beserta dengan kulit arinya juga!


.

6. Diet soda lebih sehat ketimbang soda biasa

Soda kini juga merilis ‘diet soda’ yang katanya memiliki kadar gula yang lebih rendah dan cocok buat mereka yang sedang ‘memulai hidup sehat’. Meski memang memiliki kadar gula yang rendah, akan tetapi tetap saja berbahaya bagi kesehatan. Apalagi akibat label ini, kamu jadi merasa aman untuk mengonsumsi banyak diet soda. Sama saja dengan kamu mengonsumsi soda biasa, kan? Akan lebih menyehatkan lagi jika kamu mengonsumsi air putih ataupun jus buah. Dijamin lebih banyak vitaminnya dan baik untuk tubuh. Aman, deh!


.

7. Belum 5 Menit

Beberapa orang mempercayai mitos ini karena waktu bersentuhannya makanan dengan tempat dia mendarat mungkin hanya sekian detik, dimana bakteri yang menempel sedikit dan masih aman jika dikonsumsi oleh kita. Sayangnya, meski mampu mengurangi jumlah bakteri, namun tidak ada yang tahu pasti dan menjamin keamanan dari makanan tersebut. Tubuh setiap orang memiliki imunitas yang berbeda, yang tentunya akan membuat perbedaan dalam kemampuannya mengatasi bakteri. Dalam beberapa kondisi tertentu mungkin ini dapat diberlakukan. Kalau makananya jatuh ke tanah dan tempat yang menurutmu penuh kuman, ya tentu saja berbahaya. Putri Aisya


Artikel Terkait