Ayam Goreng Kalasan, Terkenal Berkat Bung Karno

admin   30 Juli 2019 Food Story

.

Berbicara mengenai kuliner di Indonesia, seperti  tidak akan ada habisnya. Karena Indonesia adalah gudangnya kekayaan yang melimpah di bidang kuliner. Makanan di Indonesia terkenal enak dan memiliki citarasa yang tinggi, tapi sayangnya generasi milenial kurang menyukai makanan Indonesia. Generasi milenial lebih cenderung menyukai makanan yang berbau barat seperti fast food dan junk food yang tidak baik bagi kesehatan.

 

Kuliner lokal kita tidak kalah soal citarasa, harganya juga tidak semahal restauran - restauran cepat saji, namun ketertarikan generasi milenial terhadap produk makanan luar masih sangat tinggi. Mungkin bagi anda yang menyukai makanan fast food, kini saatnya segera beralih dengan makanan lokal yang satu ini yaitu Ayam Goreng Kalasan, karena makanan ini luar biasa lezat.

 


.

Ayam Kampung

 

Ayam Goreng Kalasan memiliki keistimewaan yakni pada rasa kremesnya yang krispi dan gurih. Rasa krispi dari kramesan itu terbuat dari adonan tepung kanji, sehingga menghasilkan kremesan yang renyah dan tidak keras. Ayam goreng Kalasan, lezat   karena menggunakan bahan dari ayam kampung. Kenapa ayam kampung lebih enak dan lezat? Karena pembudidayaan ayam kampung itu masih secara tradisional alias organik. jadi pertumbuhan masih normal bukan karena tambahan bahan kimia atau hormon transgenetik.

 

Bumbu yang di gunakan terbilang sederhana, ayam kampung hanya dibumbui dengan garam dan bawang. Namun dapat menghasilkan rasa gurih yang pas pada ayam goreng ini. Selain itu ayam tersebut dimasak dengan cara khusus sehingga menghasilkan daging yang empuk dan memiliki kematangan yang sempurna.


.

Ayam goreng Kalasan ini biasanya disajikan dengan lalapan seperti mentimun, daun kemangi, dan irisan kol. Selain itu juga ada sambel khusus yang dibuat untuk menemani menyantap ayam goreng ini. Untuk satu porsi ayam goreng ini biasanya berisi satu ekor ayam goreng tanpa cakar dan jeroan. Ayam goreng Kalasan ini sangat cocok disajikan selagi hangat bersama nasi hangat pula. Untuk kremesan biasanya disajikan secara terpisah, sehingga kita bebas menggunakannya sesuai selera.

 

Ayam goreng Kalasan ini sangat mudah kita temukan di daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta. tepatnya sepanjang pinggiran jalan Jogja – Solo sebelum candi prambanan. Disana banyak terdapat warung makan Ayam goreng Kalasan. Nah bagi anda yang berkunjung ke Yogyakarta, ayam goreng Kalasan ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk anda saat ingin menikmati kuliner khas dari Yogyakarta.

 


.

Sejarah Mbok Berek

Konon, pertama kali ayam goreng kalasan diperkenalkan oleh seorang wanita, yang bernama Mbok Berek. Nama Mbok Berek merupakan panggilan sehari-hari oleh orang yang tinggal di daerah Kalasan.

Mbok Berek sebenarnya bernama Nini Ronodikromo yang mempunyai panggilan kecil Nyi Rame. Ia menikah dengan seorang pria yang bernama Ronopawiro atau yang lebih dikenal dengan nama Djakiman. Setelah menikah mereka tinggal di sebuah desa yang bernama Desa Candisari, Yogyakarta. Dari hasil pernikahan mereka, mempunyai anak yang bernama Samidjo Mangundimedjo, Saminten Pawirosudarsono, Sukinah Mulyodimejo, Tumirah Martohanggono, Saminun dan Suwarto.

Diantara anak   Nyi Rame ada salah satu anaknya yang suka sekali menangis menjerit-jerit, orang Jawa biasa menyebut berek-berek. Tangisan anak kecil yang berek-berek, membuat orang sekitar memanggil Nyi Rame dengan panggilan Mbok Berek. Panggilan itu menjadikan awal perubahan nasib bagi   keturunan Mbok Berek.


.

Ternyata julukan barunya tersebut, memberi kesan sangat familiar dan enak didengar. Sangat membantu bagi Mbok Berek dalam berjualan ayam goreng. Berek yang berasal dari tangisan anaknya itu merupakan awal tangis bahagia bagi Mbok Berek. karena nama yang enak didengar tersebut kian waktu makin populer di setiap telinga pecinta ayam goreng. Bahkan kelak nama Mbok Berek akan menjadi sebuah inspirasi penerusnya untuk tetap hidup dengan menjadikan nama Mbok berek sebagai trade mark sebuah restoran ayam goreng khas Yogyakarta.

Bahkan informasi yang beredar, pada  1950 an, Presiden Pertama RI Insinyur Soekarno pernah mampir ke warung makan Mbok Berek ini, dan akhirnya warung makan beliau menjadi ramai dan besar sehingga bisa mempekerjakan warga sekitar, namun pada  1960 an Warung Mbok Berek sempat mengalami kebangkrutan dengan begitu banyak para pekerjanya yang akhirnya membuka warung makan yang serupa.

 

Dari situlah akhirnya Ayam Bakar Kalasan di kenal masyarakat luas, dan akhirnya sampai sekarang Ayam Bakar Kalasan terus bertahan dan berkembang menghadapi persaingan menu produk luar. Paskalis Andrew (berbagai sumber)


Artikel Terkait